(sumber: https://www.dewaweb.com/blog/apa-itu-port/)
Pada artikel ini, saya akan membahas materi tentang Jenis dan Fungsi port pada jaringan komputer. Berikut arikelnya:
Jenis Port
Jenis port dibedakan menjadi dua, yaitu logical port (port non-fisik) dan physical port (port fisik). Berikut penjelasannya:
Logical Port
Logical port adalah jalur yang digunakan oleh aplikasi untuk menghubungkan dengan komputer lain melalui jaringan TCP/IP. Salah satu contohnya adalah mengkoneksikan komputer dengan internet. Port ini berperan penting dalam jaringan komputer.
Dilihat dari penomorannya, logical port terbagi menjadi tiga jenis. Ada jenis port yang terdaftar di Internet Assigned Numbers Authority (IANA), dan ada yang tidak, berikut pembagiannya:
- Well-known port: berkisar dari 0 – 1023. Ini merupakan port yang dikenali atau port sistem. Port ini selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama dan ditetapkan oleh IANA.
- Registered port: berkisar dari 1024 – 49151. Port ini diketahui dan terdaftar di IANA tetapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga dapat menggunakan port number yang sama.
-
Dynamically assigned port: berkisar dari 49152 – 65535. Port ini
ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk
melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan.
Jenis Port Logical yang Sering di Gunakan
Berikut ini beberapa contoh logical port yang sering digunakan beserta fungsinya:
Port 20 & 21 (FTP)
Port 20 dan 21 merupakan port untuk FTP atau File Transfer Protocol. FTP adalah protokol yang berguna dalam mentransfer data di dalam suatu jaringan.
Port 22 (SSH)
Port 22 adalah port standar untuk SSH (Secure Shell). Port ini berfungsi mengirimkan data melalui jaringan dalam bentuk terenkripsi. Dapat digunakan untuk menjalankan fungsi atau tugas yang bisa diakses dari jarak jauh, misalnya menghubungkan ke host atau server.
Port 23 (TELNET)
Port 23 TELNET adalah port untuk menghubungkan komputer dan server jarak jauh. Fungsinya mirip dengan SSH, hanya saja port 23 TELNET tidak menggunakan enkripsi pada koneksinya.
Port 25 (SMTP)
Port 25 berfungsi untuk SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yang berfungsi memastikan pengiriman email melalui jaringan dikomunikasikan dengan aman antara sesama SMTP server.
Port 53 (DNS)
Port 53 adalah jenis port untuk DNS yang berfungsi sebagai penerjemah alamat IP pada setiap host. Port ini mencocokkan nama domain yang dapat dibaca manusia dengan alamat IP yang dapat dibaca mesin. Jadi, kamu tak perlu mengetik alamat IP dalam bentuk angka ketika hendak mengunjungi website.
Port 67 & 68 (DHCP)
Port DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol berfungsi untuk menetapkan informasi terkait alamat IP. Port 67 bertugas menerima permintaan alamat dari DHCP dan mengirim data ke server. Sedangkan Port 68 merespon semua request DHCP dan meneruskan data ke klien.
Port 80 (HTTP/ Web Server)
Port 80 berfungsi untuk HTTP, yakni memungkinkan browser terhubung ke halaman web. Port ini akan menerima permintaan koneksi dari klien, kemudian setelah koneksi berhasil dibuat, kamu akan mendapat akses ke berbagai halaman web di internet. HTTP/ web server juga memiliki port alternatif, yaitu port 8080 dan 80.
Port 443 (HTTPS)
Hampir mirip dengan port 80, port 443 berguna untuk menghubungkan klien ke internet, namun dengan fitur keamanan tambahan yang tidak dimiliki port HTTP 80. Port 443 mengenkripsi paket jaringan sebelum mentransfernya.
Port 143 (IMAP)
Internet Message Access Protocol atau IMAP adalah protokol untuk mengakses email dari server. Kamu bisa mengakses dan mengunduh email asalkan terhubung dengan server. Port ini memastikan data tetap aman saat proses koneksi berlangsung.
Port 8080 & 3128 (Proxy)
Port 8080 tidak hanya digunakan bagi HTTP, tapi juga bagi proxy karena masih berjalan pada satu layanan yang sama. Port alternatif lain untuk proxy adalah port 3128.
Referensi:
https://www.dewaweb.com/blog/apa-itu-port/
0 Komentar